Tazakka Tandatangani MoA Dengan Universitas Elektronik Saudi

MALANG - Pimpinan Pondok Modern Tazakka bersama Pimpinan 44 universitas dari seluruh Indonesia menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Universitas Elektronik Saudi (UES) Jumat (28/9). Bertempat di Balai Sidang Rektorat Universitas Negeri Malang, kerjasama itu diinisiasi dan dimediasi oleh IMLA (Ittihadul Mudarrisin lil-Lughatil Arabiyyati), sebuah asosiasi Ikatan Pengajar Bahasa Arab se-Indonesia.

Pimpinan Tazakka KH. Anang Rikza Masyhadi, MA didampingi KH. Oyong Shufyan, Lc., MA selaku Wakil Pengasuh dan Ustadz Hakim As-Shidqi, M.Pd.I selaku Wakil Direktur KMI.

Kerjasama meliputi Program Pengajaran Bahasa Arab Online (Arabic Online) dan Test Standar Bahasa Arab secara Internasional (TOAFL).

"Program Bahasa Arab Online (Arabic Online merupakan pembelajaran berbasis elektronik dan merupakan pengajaran jarak jauh. Yang kedua adalah tes standar Bahasa Arab atau Test of Arabic as Foreign Language (TOAFL)" ungkap Prof. Dr. Abdullah bi Abdul Aziz al-Musa, Rektor Universitas Elektronik Saudi dalam sambutannya.

Sistem pembelajaran Arabic Online, lanjutnya, didesain dengan sistem Eropa dalam pembelajaran bahasa. Muatan pembelajarannya meninggalkan metode pengajaran tradisional dan cetak. Untuk memudahkan siswa dalam belajar, sudah disiapkan 792 video interaktif, 12 ribu file audio, 6.320 gambar untuk pelajaran dan 10.076 model latihan.  

"Program ini telah dipakai di berbagai perguruan tinggi di dunia, khususnya di Eropa dan Amerika, dan dalam watu dekat kami ingin program ini bisa dipakai di 5000 pusat bahasa di seluruh dunia" lanjut Rektor UES.

"Dalam kerjasama ini mestinya ada biaya untuk membeli program sebagaimana dengan negara-negara di Eropa dan Amerika, akan tetapi mengingat hubungan baik Indonesia dan Saudi yang terjalin selama ini, maka untuk masyarakat Indonesia kerjasama ini sifatnya kami hibahkan tanpa berbayar" imbuhnya.

Program yang akan dihibahkan UES ini memiliki sejumlah kelebihan, yaitu (1) program didesain untuk diterapkan secara online, (2) program terdiri atas 6 level utama, 16 sublevel berstandar Eropa (Common European Framework of References for Languages (CEFR)), (3)  program ini memuat 796 video interaktif, 12.000 file mp3, dan 6.320 gambar pembelajaran, serta ribuan latihan praktis, (4) pada setiap akhir tiga sublevel terdapat tes hasil belajar, dan (5) pada akhir program terdapat tes standar bahasa Arab.

Rektor Universitas Negeri Malang Prof. Dr. AH. Rofiuddin menyapa para sejawat rektor dan para dekan yang hadir memenuhi ruangan dan menyatakan apresiasinya yang tinggi atas terselenggaranya MoA bersama 45 perguruan tinggi.

Sementara itu, Ketua Umum IMLA Prof. Dr. Imam Asrori mengatakan bahwa ada 44 perguruan tinggi dan satu pesantren yang ikut dalam penandatangan ini. Yaitu, antara lain: Universitas Negeri Malang, Universitas Gadjah Mada, UNIDA Gontor, Universitas Padjajaran Bandung, UPI Bandung, UNNES Semarang, UNS Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Islam Malang, UIN Sunan Kalijogo Yogya, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel, IAIN Raden Fatah Palembang, IAIN Pekalongan, dan beberapa IAIN-IAIN yang ada di tanah air.   

"Pondok Modern Tazakka adalah satu-satunya pondok yang ikut dalam kerjasama ini, dan saya kira secara perangkat teknologi pendukungnya juga sudah siap ya, semoga pondok yang lain mengikuti, sehingga pembelajaran di pesantren bisa lebih cepat berkembang dan berstandar internasional" ungkap Prof. Imam Asrori, ketua IMLA saat diwawancara tim media.

Bagi IMLA, Tazakka dipandang memiliki concern dan antusiasme tinggi dalam pembelajaran dan peningkatan bahasa Arab, hal ini dibuktikan dengan keaktifan Tazakka dalam kegiatan-kegiatan pengembangan bahasa Arab yang digagas IMLA, termasuk ikut dalam tim penyusunan korpus Bahasa Arab.

Senada, KH. Oyong Syufyan, Lc., MA  menegaskan bahwa santri PM Tazakka sudah terbiasa berbahasa Arab, bahkan semua materi pelajaran keagamaan menggunakan teksbook berbahasa Arab dan disampaikan dengan pengantar bahasa Arab.

"Program Arabic Online ini juga melengkapi ukuran penguasaan bahasa Asing bagi santri PM Tazakka, setelah sebelumnya kami sudah melaksanakan ujian TOEFL untuk menjamin penguasaan bahasa Inggris" lanjutnya.

Pimpinan Pondok Modern Tazakka Kiai Anang menyatakan kesyukurannya dengan penandatangan ini. Menurutnya, selain menunjukkan keseriusan Tazakka dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab kontemporer, juga merupakan satu-satunya pesantren yang ikut dalam penandatangan kerjasama itu.

Usai penandatangan MoA, dilaksanakan pelatihan dan sosialisasi teknis pemanfaatan program yang disampaikan langsung oleh UES yang diikuti oleh 44 universitas dan Tazakka. @alam-mediacenter (www.tazakka.or.id)