SYARAT MENJADI BANGSA MAJU; Dr. H.M. Jusuf Kalla

  • 24 Oktober 2013
  • 398 views
SYARAT MENJADI BANGSA MAJU; Dr. H.M. Jusuf Kalla

Di dunia ini ada bangsa yang kaya sumber daya alam tapi miskin, ada yang miskin sumber daya alam tapi kaya. Ada bangsa besar tapi mundur, tetapi ada bangsa kecil tapi maju. Jadi, sebetulnya apa yang membuat kemajuan itu?

Di dunia ini ada bangsa yang kaya sumber daya alam tapi miskin, ada yang miskin sumber daya alam tapi kaya. Ada bangsa besar tapi mundur, tetapi ada bangsa kecil tapi maju. Jadi, sebetulnya apa yang membuat kemajuan itu?

Kita lihat beberapa negara yang mempunyai kekayaan sumber daya alam seperti Afrika dan Indonesia, tetapi tidak maju. Ada juga negara yang miskin akan sumber daya alam namun maju, seperti Jepang, Korea, Taiwan, dan sebagainya. Ada negara besar yang maju, seperti Cina. Ada negara kecil juga maju, seperti Singapura.

Saya simpulkan bahwa yang membuat suatu bangsa menjadi maju adalah karena memiliki semangat dan ilmupengetahuan.

Semua orang mempunyai cita-cita, dan kita yakin dengan cita-cita kita. Kita jangan hanya puas dengan masa lalu. Kita harus mempersiapkan masa depan, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi kelak, masa depan itu tidak jelas.

Kita mengetahui masa lalu Islam yang pernah mencapai masa kejayaan, dan kita bangga dengan itu. Kita bangga ketika membicarakan kedokteran pada masa Ibnu Sina, matematika masa Al Khowarizmi, pemikiran pada zaman Al Ghazali. Namun pada saat ini semua hal itu mulai berkurang.

 Menurunnya kejayaan Islam terjadi saat Baghdad (Iraq)diserbu dan semua perpustakaan dibakar oleh pasukan Mongol. Jadi pada saat itu semua universitas, sekolah, semua buku-bukudibakar. Itu merupakan awal kejatuhan pemikiran-pemikiran danpengetahuan Islam. Sehingga masuklah Islam ke dalam masa kegelapannya.

Artinya apa? Kalau kita ingin memajukan bangsa ini, rakyat ini, umat ini, maka mulailah dengan membuka perpustakaan sekolahnya. Perbanyaklah membaca buku, membaca kitab, berdiskusi dan pelajarilah ilmu dengan sebaik-baiknya. Kita selalu diajarkan tentang semangat menuntut ilmu, yaitudari buaian hingga liang lahad.

Kita semua memahami bahwa pesantren menjadi pusat kemajuan dan pendidikan umat, tapi kemajuan juga selalu harus dibarengi dengan kemampuan kita berbuat yang lebih baik untuk sesama. Kita mengetahui bahwa kemajuan itu kalau pohon-pohon disini menghasilkan buah yang lebih banyak. Kemajuan juga bisa berarti apabila diseluruh jalan raya bagus dan industri-industri berjalan denganbaik. Kemajuan juga dapat dilihat dari listrik yang menyala dan mempunyai tenaga yang cukup untuk menggerakkan air, menggerakkan industri, menggerakkan pekerjaan rumah kita. Semua kemajuan itu bisa kita capai. Tetapi sekali lagi, masyarakat yang maju itu apabila masyarakattersebutmemahami dan menjalankan perintah agama dengan sebaik-baiknya.

Kemajuan itu harus sepadan dengan masanya. Pendidikan kita memang haruslah  mencapai tingkat yang lebih baik, oleh karena itu maka pendidikan yang kita jalankan disini tentu apa yang telah disampaikan, dengan kriteria modern. Arti modern ini identik dengan pemikiran dan perilaku. Modern tentu ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan dan pikiran. Kalau kita ingin mendahului zamannya, maka tentu pendidikanlah, teknologilah, cara berpikirlah yang harus kita perbaiki. Jadi memang kemajuan itulah yang membawa orang,tapi tidak ada kemajuan itu tanpa riset dan tanpa ilmu. Ilmu pengetahuan itu bukan hanya tafsir, bukan hanya hadist, bukan hanya fiqih, tapi juga teknologi dan pengetahuan yang lainnya.

Kalau kita ingin melihat umat Islam kita maju. Saya menggambarkan secara sederhana saja tentang rukun Islam,kita lihat ada ukurnya disitu. Syahadat, Alhamdulillah semua darikita bersyahadat dan setidaknya sembilan kali sehari ketikashalat. Shalat,kita juga taat menjalankannya. Menurut catatan lima tahunyang lalu, di Indonesia ini kurang lebih ada 250 ribu masjid, mungkin hari ini sudah mencapai 260 ribu masjid. Haji juga alhamdulillah banyak, walaupun kalau maunaik haji sekarang kita harus menunggu 15 tahun lagi. Satu-satunya yang selalu saya sampaikan yang masih kurang adalah Zakat. Karena muzakkinya kurang namun mustahiknyabanyak, jadi tidak seimbang. Artinya orang yang berpenghasilan tinggi yang kurang. Jadi ekonomi umat yang kurang dibanding ekonomi masyarakat yang lain. 

Untuk mengatasi itu, maka harus dilakukan gerakan perbaikan umat dari segi ekonomi. Oleh karena itulah, disamping kita memakmurkan agama lewat pengajian, melalui kajian-kajiantentang akidah, ibadah, muamalah, fiqih, hadist, tafsir, dan lainsebagainya, tentu kita butuhkan juga suatu pemahaman umat tentang keadaan sekelilingnya yang lebih baik.