Kemenag Jateng Kunjungi Tazakka

Kemenag Jateng Kunjungi Tazakka

TAZAKKA – Kehadiran para tokoh nasional maupun internasional ke Pondok Modern Tazakka­ memiliki arti penting sebagai bentuk dukungan dalam mewujudkan cita-cita Pondok Modern Tazakka sebagai lembaga pendidikan yang kredibel dan berkelas dunia.

 

Kepala Kantor Wilayah Kemen­te­­rian­­ Agama Provinsi Jawa Tengah­ Drs. H. Ahmadi,­ M.Ag dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten­ Batang, Drs. H. Nor Rosyid, M.Si beserta­ rombongan­­ berkunjung ke Pondok Modern Tazakka,­ Sabtu (24/1). Kunjung­an ter­sebut dalam rangka silatu­rahim de­ngan keluarga besar­ Pondok Modern Tazakka dan meninjau­ perkembangan pondok saat ini.

Kehadiran Kakanwil beserta rombongan disambut dengan hangat oleh Pimpinan Pondok Modern Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi MA. didampingi juga oleh Wakil Pimpinan, H. Anizar Masyhadi, Direktur KMI, Muhammad Bisri S.H.I. M.Si. dan seluruh Asatidz Pondok­ Modern Tazakka di kantor KMI PM Tazakka.

Dalam ramah tamah, Pimpinan Pondok menjelaskan tentang konsep wakaf dan kemandirian ekonomi yang digerakkan oleh Tazakka. Menurutnya, potensi wakaf umat sangat besar namun sayang kurang tergarap dengan baik. “Saya berharap ke depan perlu ada strategi yang matang dan dilakukan secara bersama-sama untuk menggarap potensi besar umat” ujar Kiai Anang. 

Kunjungan Kakanmenag Jawa Tengah ini dimanfaatkan oleh Pimpinan Pondok untuk mendaulatnya memberikan ceramah umum di hadapan sekitar 500an orang terdiri dari santri dan guru-guru pondok.  Diawali dengan sambutan oleh KH Anang Rikza Masyhadi MA bahwa Pondok Modern Tazakka adalah pondok wakaf, milik seluruh umat Islam dan bukan milik keluarga. “Karena ini pondok umat, maka maju mundurnya pondok pada masa mendatang tergantung pada kesadaran umat Islam sendiri sebagai pemiliknya” tandasnya.

Dalam ceramahnya, Drs. H. Ahmadi, M.Ag. menyampaikan­ bahwa belajar adalah bekal untuk hidup, baik itu ilmu agama ataupun ilmu umum. Islam tidak membedakan antara ilmu agama dan ilmu umum, keduanya saling berkaitan, dan sama pentingnya.

“Menurut saya, pendidikan model pesantren seperti ini harus terus dikembangkan, karena akan menjadi jawaban untuk masa depan umat dan bangsa”.

Menurutnya, karena pesantren adalah sistem pendidikan yang terintegrasi, dari segi kurikulum memadukan pendidikan umum dan agama, dan lagi pula pesantren mendidik selama 24 jam, siang dan malam.

Sementara itu Kakanmenag Batang,  Drs. H. Nor Rosyid, M.Si., menyampaikan agar santri Pondok Modern Tazakka pandai mensyukuri nikmat dapat belajar di pondok ini karena tidak semua santri dapat belajar di sini. “Ilmu adalah sebaik-baiknya yang akan diwariskan kelak” demikian pesannya kepada seluruh santri.

Di akhir kunjungan, Pimpinan Pondok mengajak rombongan­ ber­keliling pesantren, meninjau perge­dung­an dan melihat kegiatan santri, serta ke unit-unit usaha yang dimiliki Pondok. Kakanmenag sangat apresiasi dan terkesan dengan visi dan menejemen yang dikembangkan di Tazakka. “Saya melihat di sini visinya jauh ke depan, dan terbuka dengan ide-ide kemajuan, pendiri dan pimpinannya masih muda, maka saya yakin insya Allah ini akan berkembang pesat nantinya” ujarnya.

“Menurut saya, pendidikan model pesantren seperti ini harus terus dikembangkan, karena akan menjadi jawaban untuk masa depan umat dan bangsa”

(Drs. H. Ahmadi, M.Ag. Kepala Kanwil Kemenag Jateng)