LPJ OPPM & KOORDINATOR PRAMUKA 2020

  • 9 Februari 2021
  • 108 views
LPJ OPPM & KOORDINATOR PRAMUKA 2020

Tazakka -Laporan Pertanggungjawaban Organisasi Pelajar Pondok Modern dan Koordinator Gerakan Pramuka, akan berlangsung selama 2 hari penuh, mulai hari ini: Selasa – Rabu (9-10/2). Acara dari pagi hingga malam 7.30 – 12.00; 19.30 – 22.30.

Ada 22 Bagian OPPM yang personilnya terdiri lebih dari 120 orang. Koordinator Pramuka terdiri dari lebih 10 orang.

Bagian dari pendidikan kepemimpinan. Melatih tanggungjawab, disiplin, komitmen, kerjasama, kekompakan, dan pola pikir serta mindset.

Saya katakan: OPPM itu ibarat jantungnya pondok. Orang yang jantungnya berhenti maka akan mati. Maka, OPPM terus bergerak tidak boleh berhenti.

OPPM secara kelembagaan tidak boleh tidur, yang boleh tidur adalah manusianya, itupun utk keperluan istirahat secukupnya (jangan berlebihan). Maka, sistem kerja harus terlembagakan; ketika ada yang tidur, harus ada yang bangun. Karena, OPPM itu mengelola kehidupan manusia. Sedangkan kehidupan manusia berlangsung selama 24 jam sehari.

Ini tugas dan tanggungjawab yang besar dan berat. Apalagi harus dipikul oleh anak-anak muda usia 16 – 18 tahun, yang mereka juga harus berpikir keras utk sukses secara akademik. Dalam menjalankan tugas OPPM dan Koord Pramuka, mereka harus detail dan perfect. Sengaja, mereka kita tuntut dengan performa tinggi dan kualitas yang tidak boleh asal-asalan.

Tetapi, justru karena berat dan besarnya tanggungjawab itulah, pondok mempercayakan kepada mereka. Karena pondok amat sangat yakin mereka mau dan bisa melaksanakannya, karena mereka telah terdidik secara mindset dan nilai-nilai, ini yang mahal.

Jadi, OPPM itu bukan soal kemauan saja, atau soal kemampuan saja. Ia adalah gabungan antara kemauan dan kemampuan, yang dibingkai dengan kepercayaan.

Kepercayaan itulah inti dari proses pendidikan kepemimpinan ini. Mempercayai mereka untuk berlatih; mempercayai mereka untuk mengambil alih mengelola kehidupan di pesantren; dan mempercayai mereka utk berpikir, berkreatifitas dan bekerja.

To be good is not good enough, why not the best?

Even the best can be improved.

Everyday we make change, we make it the best we can.