Gedung Makkah Siap Dibangun

TAZAKKA – Usai Upacara Apel Tahunan, Pimpinan Pondok bersama Pengurus Yayasan dan Wakif menyelenggarakan Peletakan Batu Pertama Gedung Makkah, Ahad siang (1/8). Hadir pula beberapa guru dan santri kelas VI yang ikut menyaksikan.

Gedung Makkah yang akan dibangun ini adalah wakaf seluruhnya dari H. Bambang Bogo Asmoro sekeluarga senilai Rp. 2 miliar.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A menyatakan kesyukurannya bahwa Allah SWT terus mengirim hamba-hamba-Nya yang shaleh untuk membantu perjuangan pondok.

“Tahun ini, sebetulnya kita masih kekurangan 13 ruang kelas, sehingga enam kelas sementara menggunakan masjid, enam kelas lagi pinjam gedung MI Al-Asyraf dan satu kelas pakai aula, namun alhamdulillah Allah kirim para wakif sehingga Gedung Cordova bisa terbangun dan hampir selesai, ini datang lagi wakif H. Bambang Bogo yang akan membangun gedung lagi untuk tambahan lokal kelas, subhanalLaah walhamdulillah” ujar beliau.

Gedung wakaf H. Bambang Bogo itu dinamakan dengan Makkah, karena ikrar wakafnya dilakukan di Masjidil Haram pada saat umrah bersama keluarga pada tahun 2018 lalu. Beliau mewakafkan sebidang tanah dan bangunan rumah megah di lokasi strategis di daerah Kota Batang.

Atas kesepakatan wakif, rumah itu dijual dan dananya dialihkan untuk pembangunan gedung ini. “Makanya dinamakan dengan Gedung Makkah, karena ada asbabun nuzulnya di situ, dan juga sisi historis dan filosofis Makkah sebagai tempat ibadah pertama kali manusia di muka bumi dan menjadi kiblat kaum muslimin seluruh dunia” ujar Kiai Anang.

Kiai Anang lalu mengutip hadis populer dari Rasulullah SAW bahwa manusia mati terputuslah amalannya kecuali tiga hal: sedelah jariyah artinya adalah wakaf; lalu ilmu yang bermanfaat; lalu anak shaleh yang mendoakan.

“Nah, wakaf gedung untuk santri seperti ini, insyaAllah dapat tiga-tiganya, jadi ini seperti istilah three in one, sekali wakaf dapat ketiga amalan keutamaan yang akan menolong kita di alam barzakh dan akhirat, insyaAllah” tandas beliau.

H. Bambang Bogo dalam sambutannya menegaskan bahwa wakaf ini adalah untuk kepentingan dirinya sendiri. “Saya wakaf ini bukan kepentingan Kiai Anang atau Kiai Anizar atau kepentingan pondok, dari sisi saya, saya melihat ini kepentingan saya dan keluarga, karena wakaf itu akan menjadi teman setia kita di alam barzakh dan akhirat nanti, itulah ajaran yang saya ingat yang selalu disampaikan Kiai Anang” ucapnya.

Menurut H. Bambang, dirinya selalu ingat apa yang disampaikan Kiai Anang bahwa kemuliaan itu didapatkan saat kita mampu mendermakan harta yang paling kita cintai sebagaimana dalam surat Ali Imran, ayat 92.

“Ayat ini menyentak, dan sekaligus selalu mendorong saya dan keluarga untuk terus berwakaf” imbuhnya.

Sementara, H. Teguh Suhardi mewakili Yayasan Tazakka menyampaikan terima kasihnya kepada wakif. Menurutnya, gerakan wakaf ini harus terus digemakan supaya menjadi budaya dan sikap hidup masyarakat muslim.

“Tradisi di Tazakka ini, setiap kali mau bangun gedung selalu diacarakan peletakan batu pertama seperti ini, supaya ini diketahui banyak orang dan bisa menginspirasi kebaikan pada yang lain, jadi selain kita berwakaf, kita juga memberi teladan wakaf kepada umat” ujarnya.

Sedangkan Kiai Anizar dalam sambutannya menyampaikan bahwa wakaf untuk pesantren, hakekatnya adalah wakaf untuk para santri. Dan santri, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi SAW adalah orang-orang yang sedang berjihad di jalan Allah (fi sabilillah), jadi wakaf ini adalah wakaf untuk para fi sabilillah, pahalanya besar sekali” tandasnya.

Bengunan Gedung Makkah rencananya terdiri dari dua lantai dengan 8 lokal, masing-masing lantai ada 4 lokal atau ruang kelas. Pembangunannya ditargetkan selesai dalam 3 bulan ke depan, yaitu awal November 2021.

Pada saat peletakan batu pertama itu pula, Wakaf Tazakka menerima ikrar wakaf uang berupa 10% keuntungan dari Pertashop milik H. Sutopo, Batang. @a’yun

Konten Terkait