Tazakka (27/12) — Suasana pagi di lingkungan Pondok Modern Tazakka terasa berbeda pada Sabtu, 27 Desember 2025. Di depan Aula Rabithah, ratusan santri berbaris rapi mengikuti Apel Pembukaan Ujian Tulis sebagai tanda dimulainya salah satu fase terpenting dalam perjalanan pendidikan Santri Akhir KMI 2026 The Next Ibn Rushd. Apel ini menjadi pembuka pelaksanaan Ujian Tulis Gelombang II, sekaligus penanda bahwa santri akhir kian mendekati garis akhir masa belajarnya di KMI.

Pelaksanaan agenda ini dilakukan setelah berakhirnya rangkaian ujian lisan dan praktik mengajar yang telah dilaksanakan pada beberapa pekan sebelumnya. Dengan demikian, ujian tulis menjadi tahap lanjutan sekaligus penyempurna dari proses evaluasi akhir yang harus dilalui santri akhir sebelum menyelesaikan pendidikan di KMI.
Apel pembukaan diikuti oleh seluruh santri kelas 1 hingga kelas 6, para asatidz yang bertugas sebagai pengawas ujian, jajaran Direktur dan Wakil Direktur KMI, serta Bapak Pimpinan Pondok Modern Tazakka. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat, mencerminkan kesiapan santri, baik secara mental maupun akademik, dalam menghadapi ujian yang akan mereka lalui.
Dalam amanatnya, Direktur KMI Pondok Modern Tazakka, K.H. Muhammad Bisri, S.H.I., M.Si., menyampaikan pesan yang sarat makna kepada seluruh santri, khususnya santri akhir. Dengan nada penuh perhatian, beliau mengingatkan bahwa ujian tulis bukan sekadar rangkaian soal dan jawaban, melainkan bagian dari proses pembuktian atas kesungguhan, ketekunan, dan tanggung jawab selama menempuh pendidikan di KMI.

Beliau menekankan bahwa ujian ini menjadi ujian terakhir bagi santri akhir selama menjadi bagian dari keluarga besar Pondok Modern Tazakka. Oleh karena itu, kesungguhan dalam belajar, kejujuran dalam mengerjakan soal, serta kedisiplinan dalam mengikuti aturan ujian menjadi nilai penting yang harus dijaga. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya tercermin selama ujian berlangsung, tetapi juga melekat dalam kehidupan santri setelah lulus dari KMI.
Lebih lanjut, K.H. Muhammad Bisri mengajak para santri untuk menjadikan ujian ini sebagai sarana muhasabah diri—menilai kembali proses yang telah dilalui serta memperbaiki niat agar ilmu yang diperoleh membawa manfaat dan keberkahan. Ujian, sebagaimana beliau sampaikan, bukan semata tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses, kejujuran, dan kedewasaan dalam menjalaninya.
Apel pembukaan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh K.H. Muhammad Bisri. Dalam doa tersebut, beliau memohon agar seluruh rangkaian ujian dapat berjalan dengan lancar, para santri diberikan ketenangan dan kemudahan, serta hasil yang diraih menjadi ilmu yang bermanfaat. Besar harapan agar melalui ujian ini, Pondok Modern Tazakka mampu melahirkan generasi santri yang unggul, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.






