Dinyatakan Lulus KMI, 137 Santri Akhir 2026 Ikuti Yudisium

👁️ 37 kali dibaca

Tazakka — Setelah dinyatakan lulus, sebanyak 137 orang santri kelas VI angkatan ke-X The Next Ibn Rushd mengikuti prosesi yudisium yang digelar di Aula Rabithah, Ahad (8/3). Yudisium dilaksanakan sebagai tanda pengumuman kelulusan sekaligus menentukan tempat pengabdian masing-masing.

Acara ini dihadiri oleh seluruh Pimpinan Pondok, Wakil Pengasuh, Wali Kelas VI dan Asistennya, Kepala-kepala Departemen, Majelis Guru, dan juga asatidz di lembaga KMI. Nampak para wali santri juga melihat dari kejauhan menanti putranya dipanggil satu per satu dengan penuh harap akan tempat pengabdiannya.

Dari seluruh angkatan tersebut, 37 orang diantaranya ditugaskan untuk mengabdi di Pondok Modern Tazakka. Adapun 99 orang ditugaskan untuk mengabdi di 59 pesantren yang tersebar di Nusantara, mulai dari Sabang sampai ke Maluku. Adapun 1 orang diberikan kesempatan untuk melaksanakan pengabdian mandiri.

Dalam prosesi yudisium tersebut, Bapak-bapak Pimpinan memberikan pesan, nasehat, dan wejangan bagi para asatidz baru. Diawali oleh K.H. M. Bisri, S.H.I., M.Si. yang menjelaskan tentang 3 tugas utama selama masa pengabdian yaitu membantu pondok, mengajar, dan belajar sebagai bentuk pengembangan diri.

Adapun K.H. Anizar Masyhadi, M.A. lebih menekankan nasehatnya tentang pentingnya bersyukur dalam menyikapi kelulusan. Menurut beliau, kesyukuran atas kelulusan dari Tazakka harus dibuktikan dengan kesungguhan, kerja keras, dan totalitas dalam pengabdian.

“Jangan sampai masa satu tahun mengabdi gagal karena tidak sungguh-sungguh dan tenanan. Kalian harus siap ditugaskan dimanapun, di bagian apapun dengan tujuan berkhidmat untuk pondok. Maka, pegang teguh 4 TAS, patuhi aturan, hiduplah dengan disiplin, sehingga kalian mampu mewarnai dinamika kehidupan pondok” ujarnya.

Sebagai penutup, Bapak Pimpinan dan Pengasuh, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. terlebih dahulu mengucapkan selamat kepada para alumni atas kelulusan dan penempatan pengabdian masing-masing.

“Selamat, kalian sudah menjadi guru. Dan mulai saat ini tanggung jawab kalian semakin besar. Tanggung jawab kalian sebagai guru bukan hanya kepada santri, tapi juga kepada pondok. Maka, sebagai guru tidak boleh berbuat salah, tidak boleh melanggar disiplin, karena itu akan mencoreng nama korps guru dan juga pondoknya” pesannya dengan tegas.

Kiai Anang juga menyampaikan bahwa masa pengabdian adalan masa emas untuk menabung. Pengabdian adalah kesempatan mahal untuk mendapatkan pengalaman. Dengan pengabdian para alumni dapat belajar bagaimana memenej dan mengelola pesantren, mengelola kehidupan, membangun peradaban, dan pengalaman lainnya yang tidak semua orang bisa mendapatkannya.

“Kalau kalian nyantri 4 sampai 6 tahun saja kami percaya untuk menjadikan kalian sebagai guru, apalagi kalau kalian mengabdi di pondok, syukur bisa sambil kuliah 4 sampai 5 tahun, tentu itu pengalaman berharga dan menambah bobot kalian. Maka saya yakin kalian tidak kalah dengan mereka yang kuliah di luar. Karena bekal sukses bukan sekedar ilmu, tapi juga pengalaman dan keberkahan” papar Kiai Anang.

Usai mendapatkan wejangan dan nasehat, seluruh alumni baru membaca ikrar guru dan mendapatkan penjelasan tentang tata tertib serta kode etik guru yang disampaikan oleh Wakil Pengasuh, K.H. Oyong Shufyan, Lc., M.A., Ph.D.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pengalungan medali dan penyerahan surat kelulusan satu per satu. Acara kemudian ditutup dengan sujud syukur di Masjid Az-Zaky dan juga cap tiga jari ijazah. Mereka kemudian bertemu orang tua dan keluarga masing-masing untuk merayakan momen kelulusannya dengan penuh keharuan dan kebahagiaan. Selamat berjuang The Next Ibn Rushd.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *