Direktur KMI Resmi Buka Fathul Kutub 2026 Santri Akhir KMI

👁️ 27 kali dibaca

Tazakka, 3 Juni 2026 – Program Fathul Kutub bagi Santri Akhir KMI angkatan The Next Al-Fatih 2027 resmi dibuka pada Rabu (3/6/2026) di Aula Robithoh Pondok Modern Tazakka. Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Direktur KMI, para asatidz pembimbing, serta seluruh santri akhir yang akan mengikuti rangkaian program tersebut.

Pembukaan Fathul Kutub tahun ini dilakukan langsung oleh Direktur KMI Pondok Modern Tazakka, KH. Muhammad Bisri, S.H.I., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa proses merupakan bagian penting dalam pendidikan. Menurut beliau, keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari kesungguhan dalam menjalani setiap tahapan pembelajaran.

“Sering kali seseorang hanya melihat hasil, padahal yang paling penting adalah prosesnya. Di sinilah kalian belajar berpikir, mencari, membaca, dan memahami. Semua itu adalah bagian dari pendidikan yang sesungguhnya,” ungkap beliau di hadapan para peserta.

Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya adab dalam menuntut ilmu, termasuk adab terhadap buku dan sumber ilmu pengetahuan. Santri diharapkan menjaga, merawat, serta menghormati kitab dan referensi yang digunakan selama proses Fathul Kutub berlangsung.

Kegiatan pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Pengasuh Pondok Modern Tazakka, KH. Oyong Sofyan, Lc., M.A., Ph.D., memohon kelancaran dan keberkahan bagi seluruh peserta dalam mengikuti program tersebut.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembekalan bersama Al-Ustadz H. Andri Rosadi, Lc., M.Hum., M.A., Ph.D. yang memberikan pengantar mengenai metodologi kajian dan penguatan kemampuan akademik santri dalam menelaah berbagai persoalan keislaman.

Fathul Kutub sendiri merupakan salah satu program akademik bagi santri akhir KMI yang bertujuan melatih kemampuan membaca, memahami, serta menelaah literatur Islam klasik dan kontemporer. Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar dan pembekalan, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan berbagai persoalan yang akan dikaji berdasarkan referensi kitab-kitab turats.

Melalui program ini, para santri diharapkan tidak hanya mampu menemukan jawaban atas suatu persoalan, tetapi juga memahami proses ilmiah dalam merumuskan solusi berdasarkan dalil dan pendapat para ulama. Dengan demikian, Fathul Kutub menjadi salah satu sarana pembentukan santri yang berilmu, beradab, dan siap menghadapi tantangan umat di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *