PERAN SANTRI MENUJU INDONESIA MAJU

👁️ 15 kali dibaca

Oleh: M. Khadziq Khafiz
Santri KMI Pondok Modern Tazakka

Pesantren memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Harapannya, pesantren mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berwawasan luas, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang profetik sebagai pilar peradaban Indonesia maju di usianya satu abad nanti.

Maka, sebagai santri di pesantren yang berjiwa modern, berpikir maju dan progresif, berdisiplin dan berakhlak mulia, ia harus berusaha memberikan peran signifikan dalam membangun peradaban Indonesia yang maju, unggul, dan berkualitas menuju terbentuknya khairu ummah. Lalu, apa peran santri menuju gagasan besar tersebut?

Seorang santri harus memiliki karakter yang baik, akhlak yang mulia, serta berkepribadian Indonesia. Ia harus selalu menjunjung tinggi nilai kejujuran dan keadilan sebagai akhlak utama. Bahkan, di pondok berbudi tinggi dan berakhlak mulia menjadi moto pertama yang menjadi landasan aktivitas sosial. Sikap santri juga harus baik dengan tetap menjunjung tinggi karakter bangsa Indonesia. Dengan demikian, ia akan mampu menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa lainnya.

Salain menjaga diri dengan akhlak mulia, seorang santri juga harus menjaga, mengembangkan, dan mengajarkan nilai-nilai agama yang moderat dan toleran. Santri harus mampu mengemban amanah sebagai ‘agent of change’, agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, seorang santri harus berpengetahuan luas dan memiliki wawasan global dengan menguasai ilmu pengetahuan yang luas dan relevan dengan kebutuhan zaman. Santri pesantren tidak boleh berfikir sederhana dan statis, ia harus berusaha menguasai keilmuan agama, sains, teknologi, dan beragam ketrampilan lainnya.

Itulah mengapa santri bukan hanya menjadi seorang intelek yang hanya paham agama, tetapi harus menjadi ulama intelek. Dengan pemahaman agama yang mumpuni dan kedalaman akan wawasan global, ia akan mampu berinteraksi dengan dunia internasional serta mampu menjawab tantangan zaman yang amat cepat berubah.

Akhlak mulia, karakter baik, pemahaman agama yang dalam, serta memiliki wawasan global saja tidak cukup. Seorang santri juga harus memiliki jiwa leadership yang kuat. Ia harus bisa membangun jiwa kepemimpinan dalam dirinya, sehingga ia tidak hanya menjadi pribadi yang baik, namun juga bisa mengajak kepada kebaikan, bahkan mampu memperbaiki bangsanya.

Itulah santri yang shaleh dan muslih, santri yang baik dan mampu mengajak kebaikan. Shaleh kepribadiannya, shaleh keilmuannya, shaleh jiwanya, dan shaleh kepemimpinannya. Untuk itu, santri harus berdisiplin, bekerja dengan sistem, dan berpikir leader. Santri harus memiliki otak besar, melahirkan ide-ide besar, serta melakukan kerja-kerja besar.

Harapannya, ketika seorang santri memiliki akhlak yang mulia, berkarakter baik, berpengetahuan luas, berwawasan global, melakukan aktivitas sosial sesuai ajaran agama, memiliki jiwa leadership yang kuat, shalih dan muslih, berdisiplin, dan menguasai berbagai ketrampilan, maka ia akan mampu menjadi generasi Indonesia maju di masa depan. Dan di satu abad Indonesia, bangsa ini benar-benar menjadi Indonesia emas.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *