28 Santri Tazakka Ikuti Umrah Bersama dan Daurah Intensif di Mesir

👁️ 17 kali dibaca

Sebanyak 28 santri Pondok Modern Tazakka mengikuti program umrah bersama yang dilanjutkan dengan daurah intensif bahasa Arab di Mesir. Program yang menjadi agenda tahunan ini berlangsung selama lebih dari satu bulan, memadukan pengalaman spiritual, pendalaman bahasa Arab, wawasan keislaman, serta pengenalan langsung terhadap budaya dan lingkungan akademik di Timur Tengah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan umrah selama delapan hari, 19-27 September 2026. Selama berada di Tanah Suci, para santri didampingi langsung oleh musyrif daurah, Al-Ustadz Alip Shodik, M.Pd. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Mesir untuk mengikuti daurah bahasa Arab yang berlangsung pada 27 September hingga 22 Oktober 2026.

Selama mengikuti daurah, para santri mendapatkan pembelajaran bahasa Arab secara intensif di Universitas Al-Azhar Kairo. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diarahkan pada praktik penggunaan bahasa secara langsung bersama penutur asli serta mahasiswa asing dari berbagai negara yang menempuh pendidikan di Al-Azhar.

Selain pendalaman bahasa Arab, program tersebut juga diisi dengan tahsin Al-Quran di Masjid Al-Azhar, pembekalan intensif mengenai wawasan keislaman, serta pendalaman berbagai materi keilmuan Islam bersama para pakar dan ulama Universitas Al-Azhar. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan pengalaman langsung di lingkungan keilmuan Islam yang telah menjadi salah satu pusat studi Islam dunia.

Pengalaman para santri juga diperluas melalui sejumlah kunjungan budaya dan sejarah. Rombongan berkesempatan mengikuti city tour Kairo dengan mengunjungi Piramida Giza, Museum Peradaban, dan Museum Mummy, serta perjalanan ke Alexandria. Selain itu, peserta akan mengunjungi kawasan Gunung Sinai, Dahab, dan Sharm el-Sheikh untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya Mesir.

Program yang diikuti 28 santri ini menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas di luar lingkungan pondok. Perpaduan antara ibadah, pembelajaran bahasa, pendalaman keislaman, interaksi lintas budaya, dan kunjungan sejarah diharapkan memberikan pengalaman langsung yang memperkaya wawasan serta memperkuat kemampuan bahasa Arab para peserta.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *