Santri Pondok Modern Tazakka Raih 2 Emas dan 2 Perak di International Science and Invention Fair (ISIF) 2026

👁️ 18 kali dibaca

DEPOK – Santri Pondok Modern Tazakka kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 yang berlangsung di Universitas Indonesia (UI), Depok, Tazakka berhasil meraih dua medali emas dan dua medali perak melalui empat karya ilmiah yang diikutsertakan.

Dua medali emas masing-masing diraih oleh tim HydroSafe dan tim Aquaponik, sementara dua medali perak dipersembahkan oleh tim AURA dan tim RAIH LINGUA. Capaian tersebut menjadi hasil membanggakan dari keikutsertaan Tazakka yang tahun ini membawa empat karya riset dari bidang Technology, Life Science, dan Environment. Keempat karya tersebut sebelumnya dipresentasikan dalam rangkaian kompetisi ISIF 2026 di Universitas Indonesia.

Medali emas pertama diraih tim HydroSafe melalui karya “HydroSafe: Characterization and Remediation of Heavy Metal Exposure in Artisanal and Small Scale Gold Mining (ASGM) and Its Treatment Using Agricultural Waste Biochar: A Comprehensive Study”. Karya dalam kategori Environment ini diikuti oleh Ahmed Rheyzi Dealova, Bintar Ahya Razaqi Riofansyah, Muhammad Candra Setiawan, Regan Hasfardansyah, Shinatria Arifansyah, dan Hafid Rijanun Naja. Penelitian tersebut mengangkat persoalan paparan logam berat pada aktivitas pertambangan emas skala kecil serta upaya penanganannya melalui pemanfaatan biochar berbahan limbah pertanian.

Medali emas kedua dipersembahkan tim Aquaponik melalui karya “Integration of Aquaculture, Hydroponics, Microbiology, Water Recycling and ESP32 Based Automation”. Karya kategori Life Science ini dikembangkan oleh Musyaffa Taufiqul Hakim, Abdurrakhman Sidik, Dimas Adwitya Yusuf Eka Saputra, Muhamad Ziaurrahman, Zahdan Habiburrahman Kamal, dan Buno Kamandanu. Penelitian ini mengintegrasikan akuakultur, hidroponik, mikrobiologi, daur ulang air, serta otomasi berbasis ESP32.

Sementara itu, medali perak diraih tim AURA melalui karya “AURA: A Hybrid Multi Mode Intelligent Monitoring and Voice Assistant Platform Based on ESP32”. Tim yang terdiri atas Muhammad Hamzah Falah, Evan Emerald Putra Sefano, Muhammad Fawwaz Akif, Muhammad Irsyad Ali Munandar, Hamam Dliyaa Wijaya, dan Ahmad Ichsan Kamal tersebut mengembangkan platform pemantauan cerdas multimode dan voice assistant berbasis ESP32.

Medali perak berikutnya diraih tim RAIH LINGUA melalui karya “Development of an AI Based Humanoid Robot as an Interactive Conversational Learning Assistant for English and Arabic Language Learning at Pondok Modern Tazakka”. Karya kategori Technology tersebut dikembangkan oleh Fadhirrahman Azri, Adib Naufal Muthi, Muhammad Rayhan Asyrafi, Rafif Maududi, Al Azhar Raqilla Daniswara, dan Satria Hestu Prasetya. RAIH LINGUA mengangkat pengembangan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan sebagai asisten percakapan interaktif untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris dan Arab di Pondok Modern Tazakka.

Keberhasilan meraih dua medali emas dan dua medali perak dari empat karya yang diikutsertakan menjadi capaian penting dalam pengembangan budaya ilmiah di Pondok Modern Tazakka. Prestasi ini menunjukkan keterlibatan aktif santri dalam penelitian, inovasi, dan kompetisi sains sekaligus memberikan pengalaman bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, pemecahan masalah, presentasi, serta pengembangan gagasan inovatif. Hal tersebut sejalan dengan tujuan keikutsertaan Tazakka dalam kompetisi, yakni mengembangkan kemampuan santri di bidang sains, teknologi, penelitian, inovasi, dan rekayasa.

Capaian tersebut juga tidak terlepas dari pendampingan para pembina dan tim pendukung kegiatan, yakni David Prasetyo, S.Si., M.Mat., M. Ashimul Irfi, M.Pd., Irsyadul Ibad, S.Pd., Farid Izda Iskandar, S.E., Wahyu Septian Shodiq, dan Fatih Almaarif Umamiolo. Mereka mendampingi para santri dalam rangkaian persiapan dan pelaksanaan kompetisi ilmiah tersebut.

Bagi Pondok Modern Tazakka, capaian ini bukan semata-mata tentang perolehan medali, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan yang memberikan ruang kepada santri untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan inovasi. Melalui Tazakka Science and Technology Club, santri terus didorong untuk mengembangkan gagasan, melakukan penelitian, menghasilkan karya, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nyata.

Empat karya ilmiah, dua medali emas, dan dua medali perak. Capaian di ISIF 2026 menjadi bukti bahwa santri Pondok Modern Tazakka mampu berkompetisi di tingkat internasional sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan budaya riset, inovasi, dan prestasi di lingkungan pesantren.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *