Pondok Modern Tazakka menjadi salah satu destinasi pelaksanaan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan Direktorat Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama Republik Indonesia, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Az-Zaky ini diikuti seluruh santri kelas 4 hingga 6 Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI).

Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D.; Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd.; Direktur KMI, K.H. M. Bisri, S.H.I., M.Si.; Wakil Pengasuh; kepala lembaga dan departemen; jajaran Kementerian Agama Kabupaten Batang; serta seluruh guru Pondok Modern Tazakka.

Dalam sambutannya, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. menyampaikan bahwa pernikahan merupakan salah satu titik balik penting dalam peradaban manusia. Menurut beliau, pernikahan bukan sekadar ikatan antara dua individu, melainkan awal terbentuknya keluarga yang memiliki peran mendasar dalam membangun kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan BRUS menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mental dan membekali generasi muda agar mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik dan bertanggung jawab.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pembinaan remaja sejak usia sekolah. Masa remaja merupakan fase pembentukan karakter, penentuan arah kehidupan, serta penguatan pemahaman mengenai tanggung jawab diri dan sosial. Melalui BRUS, para santri diharapkan memperoleh bekal pengetahuan dan pemahaman yang memadai dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan remaja.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk membangun kehidupan keluarga yang berkualitas. Pembinaan sejak usia sekolah menjadi langkah strategis untuk menanamkan pemahaman tentang kedewasaan, tanggung jawab, serta kesiapan membangun rumah tangga. Dari program BRUS diharap dapat menjadi ruang edukasi bagi remaja untuk mengenali potensi diri, memahami konsekuensi pilihan hidup, dan mempersiapkan masa depan secara lebih terarah.

Setelah rangkaian seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi umum bersama seluruh santri peserta. Sesi ini menjadi ruang interaksi dan edukasi bagi para santri untuk memperdalam pemahaman mengenai kehidupan remaja, kesiapan menghadapi masa depan, serta pentingnya membangun keluarga yang sakinah.




