PANGGILAN HAJI

👁️ 17 kali dibaca

Oleh: Alam Mahardika, M.H.

Selama hidup, sejatinya ada 3 macam panggilan utama Allah SWT kepada manusia. Ketiga panggilan tersebut adalah panggilan adzan untuk menunaikan shalat, panggilan haji, dan panggilan kematian atau ajal.

Panggilan shalat atau adzan adalah seruan sholat lima waktu sehari semalam sebagai ajakan beribadah dan mengingat-Nya. adalah panggilan harian yang lembut, mengajak manusia untuk beristirahat dari kesibukan dunia dan menghadap Allah SWT. Bahkan, adzan juga dikumandangkan saat bayi baru lahir atau saat seseorang akan dimakamkan, bahkan saat orang juga akan melaksanakan ibadah haji maupun umroh.

Sedangkan panggilan kematian atau ajal adalah panggilan terakhir bagi seluruh umat manusia yang pasti datang tanpa memandang usia dan tidak dapat ditunda. Kematian adalah panggilan mutlak dari Allah Yang Maha Kuasa yang menandai berakhirnya masa ujian manusia di dunia, yang harus dijawab dengan amal sholeh. Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-A’raf ayat 34.

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”

Adapun panggilan Allah lainnya adalah panggilan haji. Panggilan ini sangat unik, mengingat banyak orang belum melaksanakan ibadah ini, atau bahkan tidak mengusahakan untuk memenuhi rukun Islam yang ke lima ini dengan alasan belum dipanggil oleh Allah. Apakah alasan ini benar? Atau hanya karena kita belum memahami bagaimana sebenarnya panggilan haji itu diserukan?

Sebenarnya, Allah telah memanggil seluruh umat manusia untuk melaksanakan ibadah haji. Panggilan haji tersebut diserukan melalui Nabi Ibrahim usai beliau menyelesaikan pembangunan Ka’bah bersama Nabi Ismail. Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru seluruh manusia untuk berhaji ke Baitullah sebagaimana tersurat dalam surat Al-Hajj ayat 27 berikut.

وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍۙ

Artinya: “(Wahai Ibrahim, serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

Nabi Ibrahim AS sempat khawatir suaranya tidak terdengar oleh manusia, namun Allah berfirman bahwa tugas beliau adalah berseru, dan Allah yang akan menyampaikan seruan tersebut. Sehingga Nabi Ibrahim semakin mantap untuk melaksanakan tugas yang diberikan Allah tersebut.

Beliau pun akhirnya naik ke tempat tinggi, yaitu Gunung Abu Qubais atau Maqam Ibrahim, dan menyerukan perintah haji. Nabi Ibrahim berseru, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Tuhan kamu telah membangun satu rumah-Nya bagi kamu, oleh karena itu hendaklah kamu semua tunaikan haji di sana”.

Menurut beberapa riwayat, seruan tersebut mendapatkan respon yang luar biasa dan ajaib dari alam semesta. Allah SWT memperdengarkan suara Nabi Ibrahim ke seluruh pelosok dunia, merendahkan bukit-bukit, dan meninggikan daratan agar seruan tersebut terdengar oleh manusia, jin, bahkan ruh yang masih dalam tulang sulbi laki-laki atau rahim perempuan. Bahkan, sampai sekarang rekaman suara itu terus diperdengarkan kepada setiap janin yang ada di dalam rahim. Semua pun merespons dengan jawaban, “Labbaikallâhumma labbaik” (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah).

Siapa saja yang menjawab seruan tersebut pada saat itu (baik yang sudah lahir maupun yang belum lahir), ditakdirkan oleh Allah akan menunaikan ibadah haji di kemudian hari. Seruan ini menembus batasan ruang dan waktu, menjadikan panggilan haji abadi hingga hari kiamat, di mana manusia dari berbagai penjuru datang ke Ka’bah.

Maka dari itu, sejatinya semua dari kita telah mendapatkan panggilan Allah untuk berhaji. Sehingga tugas kita sekarang adalah berusaha mencapai taraf manusia yang mampu secara fisik, mental, dan finansial untuk malaksanakan ibadah tersebut dan menjadi tamu Allah yang mulia. Karena melaksanakan panggilan haji tidak selalu didasarkan pada kekayaan, melainkan kemauan dan kesempatan berupa hidayah yang diberikan oleh Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *