SANTRI DAN TANTANGAN KEMAJEMUKAN

👁️ 19 kali dibaca

Oleh: M. Hussein Firnas
Santri KMI Pondok Modern Tazakka

Pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan Islam asli Indonesia yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga mendidik para santrinya tentang adab, akhlak, dan karakter kepribadian. Karena sudah menjadi salah satu sistem pendidikan nasional, banyak pesantren menjadi destinasi belajar santri dari berbagai daerah. Sehingga para santri akan dihadapkan pada kemajemukan dari perbedaan latar belakang, suku, budaya, dan ekonomi.

Kemajemukan di pesantren tersebut dapat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi santri untuk belajar bermasyarakat. Meskipun berasal dari daerah yang berbeda-beda, mereka telah disatukan dalam bingkai santri pesantren. Disitulah mereka bisa belajar tentang perbedaan karakteristik dan kepribadian, serta budaya setiap santri yang bisa menjadi bekal saat nanti terjun di masyarakat.

Dari kemajemukan itulah ada peluang bagi santri untuk mengenal dan belajar budaya-budaya setiap santri yang berbeda daerah. Para santri juga dilatih untuk belajar bersosialisasi dengan santri lain yang berbeda karakteristiknya. Maka, santri memandang perbedaan itu sebagai sebuah anugerah dan rahmat, sehingga dapat mengambil sisi positif dari perbedaan itu. Allah SWT telah menegaskan dalam ayat-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Perbedaan daerah asal memberikan tantangan bagi santri dalam bersosialisasi. Tapi di balik itu, ada peluang bagi mereka untuk lebih saling mengenal dan kelak menjadi jejaring sosial maupun networking dalam berbagai profesi saat kembali di masyarakat masing-masing.

Kemajemukan santri juga memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan tentang aspek kehidupan. Sehingga dengan kemajemukan itu, para santri menjadi orang yang terbuka dan toleran, memiliki empati yang tinggi, punya semangat gotong royong dan saling membantu satu sama lain. Karena saat para santri tidak bisa menghargai perbedaan, bisa menimbulkan konflik.

Disitulah para santri harus bisa berkomunikasi dengan baik dan efektif. Maka, pondok menerapkan bahasa resmi yang bisa menyatukan cara berkomunikasi yaitu dengan bahasa Arab dan Inggris. Bahkan, pondok melarang santri untuk berkomunikasi dengan bahasa daerah. Disiplin bahasa ini merupakan bagian dari pendidikan sekaligus menjadi sisi kompetensi internasional.

Saat para santri mampu beradaptasi dengan perbedaan karakteristik, suku, dan budaya, berkomunikasi dengan baik, menjaga toleransi dengan menghargai dan memahami perbedaan, satri dapat menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan kondusif. Adapun kemampuan adaptasi, toleransi, dan empati juga dapat melahirkan santri yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *